Meninjau Relevansi Transportasi Masa Kini

Keberadaan transportasi menjadi hal penting mengingat kebutuhan masyarakat yang makin tinggi. Transportasi antar kota di Sumatera Utara misalnya, selain melalui jalur darat yang telah didukung oleh keberadaan jalan tol, jalur kereta api pun makin banyak dibangun sehingga masyarakat dapat memilih transportasi yang paling nyaman sesuai kebutuhan. Namun, sudahkan alat transportasi relevan dengan kebutuhan masa kini?

Sejak beberapa tahun lalu, pemerintah memang telah melakukan pengadaan Bus Damri tujuan Medan-Binjai-Deli Serdang sebagai alat transportasi modern dan nyaman bagi masyarakat, selain juga kereta api jalur pendek Binjai-Medan bagi masyarakat dengan jarak tempuh yang terbilang singkat sekitar 30 menit, yang jika ditempuh jalur darat memakan waktu 1.5 jam mencapai lokasi yang sama.

Kabar menyenangkan lagi adalah pembangunan jalan tol yang sudah dinikmati oleh masyarakat dalam kurun 5 tahun terakhir, dahulu perjalanan Medan-Tebing Tinggi memakan waktu 3-4 jam, saat ini melalui jalan tol hanya menghabiskan waktu 1.5-2 jam perjalanan. Perkembangan ini tentu sangat membantu distribusi barang dari satu kota ke kota lain yang dapat ditempuh dengan waktu lebih singkat.

Jalur tol dan kereta api terus dibangun oleh pemerintah dengan transportasi yang dipercayakan pengelolaannya melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memang telah menampakkan hasil, setidaknya keberadaan alat transportasi seperti damri dan kereta api telah banyak membantu masyrakat dalam mendapatkan transportasi modern yang ramah di kantong.

Lantas cukupkah transportasi yang disediakan untuk mendukung kemajuan ekonomi? Berkaca dari negara tetangga terdekat Indonesia, khususnya terdekat dari Kota Medan, Singapura dan Malaysia, transportasi di Indonesia tentu butuh banyak mengadopsi kecanggihan transportasi dua negara serumpun tersebut.

Singapura telah sejak lama memiliki MRT yang menghubungkan tiap titik di Singapura sehingga terintegrasi satu dengan yang lain, masyarakat pun dapat dengan mudah mencapai satu lokasi dengan biaya terjangkau dan waktu yang singkat. Indonesia memang telah membangun MRT tapi masih berpusat di ibu kota, kedepan diharapkan Sumatera Utara dapat merancang jalur MRT yang memungkinkan untuk menghubungkan puluhan kabupaten/kota di provinsi ini.

Jika kita beranjak ke Malaysia, maka kita akan melihat kendaraan umum utama masyarakat adalah bus, sejenis Damri di Indonesia atau Transjakarta. Seluruh wilayah Malaysia bisa dikatakan dikuasai oleh jalur bus untuk rakyat dengan biaya murah, tak semraut seperti Kota Medan yang memiliki banyak angkutan kota (minibus) penyumbang kemacetan lalu lintas, kedepannya diharapkan Kemenhub dapat memaksimalkan keberadaan damri dan meminimalkan keberadaan minibus yang sangat banyak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat